Wednesday, 11 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Geopolitik Panas, Minyak Menguat di Tengah Sanksi AS-Rusia
Wednesday, 10 September 2025 09:45 WIB | MARKET ANALYSIS |

Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Asia hari Rabu(10/9) setelah serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar, memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Serangan ini sempat mendorong harga minyak naik hingga 2% pada Selasa sebelum terkoreksi, meski kemudian kembali stabil karena pasar menilai potensi konflik masih bisa meluas. Israel mengklaim telah menargetkan tim Hamas, namun kelompok tersebut menyebut upaya itu gagal meski menelan lima korban jiwa.

Situasi ini menambah ketidakpastian perundingan damai, sementara pasar khawatir aksi militer lanjutan bisa mengganggu stabilitas kawasan yang menjadi salah satu pusat pasokan energi dunia.

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga didukung oleh prospek sanksi lebih keras dari AS terhadap Rusia. Presiden Donald Trump mendorong Uni Eropa untuk mengenakan tarif lebih tinggi terhadap India dan Tiongkok yang masih membeli energi dari Moskow.

Harga minyak pada saat penulisan ini berada di $66.87

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Perak Sesi Eropa Kemana?...
Friday, 9 January 2026 15:55 WIB

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundament...

Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pasar...
Thursday, 8 January 2026 17:19 WIB

Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sent...

Perak Kembali Menggila? $78 Menjadi Perebutan Kekuasaan!...
Thursday, 8 January 2026 10:21 WIB

Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...

Jelang Data AS, Emas Berbalik Turun...
Wednesday, 7 January 2026 19:41 WIB

Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...

Brent Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan Global...
Wednesday, 7 January 2026 10:39 WIB

Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...

LATEST NEWS
Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...

Saham Hong Kong Ngebut Di Awal Pekan

Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...

POPULAR NEWS